7 Desember 2013

General Economic Outline of Indonesia

Indonesia, currently the 18th-largest economy in the world, is experiencing remarkable economic growth. After the Asian Financial Crisis of the late 1990s halted a booming economy fostered by the Suharto government, Indonesian macroeconomic indicators started to come back on track in the mid 2000s.

Although the Asian Financial Crisis had disastrous consequences (especially on the poorer urban segments of society), important lessons have been learned too. The financial system for example, which to a large extent lacked supervision and transparency, was replaced by a system entailing more prudent fiscal policies in line with international economic standards, thus fostering integration with global markets. Moreover, the Asian Financial Crisis has been the catalyst for a process of political democratization and liberalization that continues up to the present.

2 September 2013

Membangun Pabrik Mie Instan Indonesia di Kazakhstan

Mie instan buatan Indonesia, terutama Indomie, sudah menjelajah ke berbagai belahan dunia. Ada keinginan Indonesia untuk berinvestasi membangun pabrik Indomie di Kazakhstan, yang merupakan salah satu ladang gandum di dunia ini. Terhadap keinginan Indonesia ini, pemerintah Kazakhstan menyambut baik.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, Presiden SBY menyampaikan sejumlah kerjasama yang akan digenjot, yaitu antara lain kerjasama di bidang pangan, kerjasama di bidang energi, dan kerjasama di bidang pariwisata. Dalam bidang pangan, SBY menyampaikan rencana melakukan investasi pembangunan pabrik mie instan Indofood di Kazakhstan.

28 Maret 2013

Indonesia Pasar Potensial Bagi Industri Kosmetik

Kosmetik sangat identik dengan keindahan dan kesehatan tubuh dari ujung rambut sampai kaki. Bagi wanita, produk kosmetik selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, demi mendapatkan dan mempertahankan kecantikan dari waktu ke waktu. Inilah yang menjadi alasan mengapa wanita lebih banyak mengenal berbagai macam kosmetik untuk mereka gunakan setiap hari.
 
Kondisi ini dimanfaatkan menjadi peluang besar bagi produsen kosmetik. Jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, menjadikan Indonesia pasar yang menjanjikan bagi perusahaan kosmetik. Kendati mayoritas industri kosmetik membidik target konsumen utama kaum wanita, belakangan mulai berinovasi dengan produk-produk untuk pria.

20 Maret 2013

Pemain Baru di Pasar Terigu Tahun Ini

Menurut Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Aptindo, lonjakan konsumsi turut mendorong masuknya pemain baru di industri terigu. 
Tahun ini, ada empat produsen tepung terigu baru yang siap meramaikan industri terigu nasional

Kendati hampir seluruh kebutuhan bahan baku gandum berasal dari impor, industri terigu tetap tumbuh subur di negeri ini. Terbukti, industri ini terus kedatangan pemain baru.

Data Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menyebutkan, pada tahun 2013 ini, ada empat pemain baru yang akan meramaikan industri terigu nasional.

8 Maret 2013

2013: Barclay Mematok Target 30% Pangsa Pasar Lotion

Anak usaha PT Tempo Scan Pacific, Barclay Products pada tahun ini mematok target 30% pangsa pasar lotion pada 2013.

Olivia Lubis Jensen
PT Barclay Products meluncurkan produk terbarunya, Marina Hand Body Lotion UV White Ekstra SPF 15, pada 7 Maret 2013.

Acara peluncuran Marina Hand Body Lotion UV White Extra SPF 15 ini berlangsung di gedung Tempo Scan Tower, Jalan Rasuna Said kav 3-4, lantai 16. Dalam Jumpa Pers dan Talk Show ini menghadirkan pembicara Nina M. Yunianto (PT Barclay Product), dr M Rachadian Ramadhan (Gentur Cleft Foundation) dan Aktris cantik Olivia Jensen Lubis.

7 Maret 2013

Indonesia 2020: 141 Juta Kelas Menengah

Jumlah kelas menengah dan orang kaya Indonesia berpotensi naik dua kali lipat menjadi lebih dari 141 juta orang pada 2020, demikian laporan yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG). BCG adalah satu dari sejumlah perusahaan internasional yang optimis mengenai masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut BCG, dari 250 juta warga Indonesia, sekitar 74 juta orang kini menghabiskan uang lebih dari $ 200 (Rp 1,94 juta) per bulannya. Angka ini menjadikan mereka tergolong ke dalam kelas menengah atau kelas menengah atas. Jumlah ini diperkirakan meroket hingga 141 juta orang pada 2020.


Simak juga topik populer 2015:
1) Tren Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia Makin Positif
2) 2015: Investasi Sektor Makanan Diprediksi Tumbuh 25%
3) 2015: Prediksi Pertumbuhan Industri Minuman Capai 12%
4) Investasi Sektor Makanan Topang Pertumbuhan Industri di 2015

5) Tren Bisnis Makanan dan Minuman 2015

Perilaku Konsumen Kelas Menengah Indonesia Berubah

Perilaku Konsumen Kelas Menengah Indonesia Berubah
Terjadi perubahan pola konsumsi kelas menengah di Indonesia. Hasil riset The Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan gelombang konsumen baru kelas menengah ke atas atau Middle and Affluent Consumer (MAC) akan tumbuh dalam jumlah dan daya beli.

"Tren konsumsi bergerak dari produk untuk memenuhi kebutuhan dasar ke produk yang menawarkan kenyamanan  yang lebih besar," ujar Partner & Manager Director, BCG Singapore Vaishali Rastogi di Hotel Four Season, Rabu (6/3).

Perubahan ini didukung oleh kesadaran finansial oleh MAC. Kaum MAC merupakan generasi yang optimis memiliki kehidupan lebih baik daripada generasi sebelumnya. 


Menyoal Lonjakan Impor Bahan Pangan

Sebagai negara agraris negeri ini, memiliki tanah subur dan air yang melimpah, namun masih terus membutuhkan komoditas pangan impor. Jumlahnya terus melonjak sejak awal tahun 2013 ini. 


Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada awal 2013 impor beras sudah mencapai 46 ribu ton senilai US$ 22,9 juta. Impor jagung sebesar 335 ribu ton dengan nilai US$ 102 juta; kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe sebanyak 54 ribu ton senilai US$ 34 juta;  serta biji gandum dan meslin didatangkan 517 ribu ton atau senilai US$ 207 juta. 

Bahan Baku Makanan Tidak Efisien

Harga dan pasokan bahan baku makanan di Indonesia saat ini dinilai belum efisien bagi industri hilir, menurut kalangan produsen. Hal itu menjadikan produsen makanan hilir cenderung bergantung pada bahan baku impor.

Presiden Direktur PT Sriboga Raturaya (produsen terigu), Alwin Arifin mencontohkan gandum sebagai bahan baku terigu saat ini masih sulit dikembangkan Indonesia, karena kondisi lahan yang tidak mendukung. "Letak geografis Indonesia yang berbukit-bukit juga menjadi faktor kendala penanaman gandum, karena dalam menanam gandum membutuhkan lahan yang datar, sehingga para petani sulit mengembangkan tanaman gandum di Indonesia," ujar Alwin.

5 Maret 2013

Naiknya Biaya Produksi Tekan Margin Kotor PT Nippon Indosari

PT Nippon Indosari Corpindo, memproyeksikan margin kotor tahun ini sebesar 45%, turun 172 basis poin dibanding margin kotor 2012 sebesar 46,72%, menurut direksi perseroan. Penurunan margin terjadi akibat peningkatan biaya produksi tahun ini.

Menurut Direktur Nippon Indosari Alex Chin, "Kenaikan sejumlah unsur seperti tarif listrik dan upah buruh menjadikan biaya produksi meningkat, namun tidak signifikan.  Dia memberi contoh, tarif tenaga listrik (TTL) untuk industri yang naik sebesar 15% pada awal kuartal I 2013 ikut mempengaruhi biaya produksi.

3 Maret 2013

Sari Roti Akan Bangun Tiga Pabrik di Jawa dan Kalimantan

PT Nippon Indosari Corporindo produsen Sari Roti berencana membangun 3 pabrik baru tahun ini. Pembangunan satu pabrik diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 100-200 miliar. Untuk lokasi, Indosari memilih mendirikan 2 pabrik di Jawa dan 1 pabrik di Kalimantan.
 
Presiden Director Indosari, Alex Chin mengaku telah menyiapkan dana atau anggaran capex 2013 Rp 400 miliar tahun ini untuk aksi ekspansinya. "Capex untuk tiga pabrik itu kira Rp300-400 miliar di 2013," ucap Chin dalam konfrensi pers di Jakarta, Kamis (28/2).

Chin mengatakan anggaran capex tahun ini lebih besar dari tahun lalu karena kenaikan harga tanah di kawasan industri. Produsen sari roti ini mengambil pendanaan capex 2013 dari dana internal dan pinjaman perbankan dari BCA.

26 Februari 2013

Ekspansi Hero Supermarket Kian Agresif

Situasi ekonomi Indonesia yang kondusif membuat pertumbuhan industri ritel terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ini ditopang oleh pengembangan usaha yang kian agresif sejalan dengan upaya perbaikan jalur distribusi serta kemampuan pemerintah untuk menjaga laju inflasi, memelihara stabilitas politik dan kondisi keamanan nasional.

Melihat peluang ini, salah satu perusahaan jaringan ritel terbesar, PT Hero Supermarket terus bergerak dalam melakukan ekspansi dengan melakukan pembukaan cabang baru. Pada 2012 lalu HERO telah membuka 97 toko baru, termasuk tujuh gerai Giant Hypermarket.

Dengan pembukaan gerai pada 2012, praktis per 31 Desember 2012 HERO telah mengoperasikan 46 gerai Giant Hypermarket, 142 gerai Hero dan Giant supermarket, 266 gerai kesehatan dan kecantikan Guardian dan 151 gerai Starmart convenience store. Seiring peningkatan ekspansi, perseroan pada sepanjang 2012 berhasil membukukan laba bersih senilai Rp303 miliar atau tumbuh 10,7% dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp273,5 miliar.

23 Februari 2013

Minim Bahan Baku Produksi Susu Olahan Bisa Menurun

Minim Bahan Baku Produksi Susu Olahan Bisa Menurun
Produsen susu olahan di Indonesia memperkirakan akan kekurangan bahan baku menyusul penurunan produksi susu segar yang digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan. 

Teguh Boediyana, Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN), mengatakan produksi susu segar domestik tahun ini berpotensi turun 10%-15% dibanding tahun lalu. 

Menurut Teguh, penurunan produksi susu segar karena peternak cenderung menjual sapi dalam bentuk daging, yang nilai jualnya lebih tinggi daripada diternakkan sebagai sapi perah. "Harga daging sapi naik signifikan, sapi perah peternak dijual untuk dipotong," kata Teguh. 

19 Februari 2013

Kuartal I 2013: Produksi Industri Daging Olahan Stagnan

Produksi industri daging olahan pada kuartal I 2013 diperkirakan mencapai 11.250 ton, stagnan dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut asosiasi industri. Proyeksi itu mengacu pada ketersediaan bahan baku yang berasal dari alokasi kuota impor daging beku.

Ketua Umum National Meat Processor Association Indonesia (Nampa), Ishana Mahisa mengatakan dari 32.000 ton alokasi impor daging beku untuk 2013, sebesar 14.500 ton menjadi jatah anggota Nampa. "Tahun ini kami dapat jatah 14.500 ton, jadi produksi saya kira akan stabil," katanya saat dihubungi wartawan.

15 Februari 2013

Nestle Klaim Kuasai Market Share 80% Produk Sereal

Potensi pasar sereal sebagai bahan makanan sarapan bagi anak di dunia cukup tinggi. Hingga kini, produk sereal Nestle bisa menguasai pasar Asia dan Indonesia.
 
Hal ini diutarakan Jose Oscar Yu, Country Business Manager Nestle Breakfast Cereal saat mengkampanyekan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) di gerai Carrefour Medan Fair, Medan, Minggu (17/2/2013).

"Nestle memiliki market yang cukup besar di Asia termasuk di Indonesia. Saingan kami untuk makanan sarapan ini hanya hadir pada lontong sayur, bubur ayam, dan nasi gurih," kata Jose Oscar Yu.

14 Februari 2013

2013: RNI Targetkan 250 Gerai Retail

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merambah bisnis ritel dengan membuka jaringan pada tahun 2013 sebanyak 150 gerai Rajawali Mart dan 100 gerai Waroeng Nusantara.

"Untuk tahap awal jaringan gerai RNI akan dibangun di Jawa, Bali dan Lombok. Sementara hingga saat ini sudah terdapat 15 gerai Rajawali Mart di Denpasar, Bali dan satu gerai Waroeng Rajawali di Jakarta," kata Direktur Utama RNI Ismet Hasan Putro, di sela peresmian gerai Waroeng Rajawali, di halaman gedung RNI.

8 Februari 2013

Nielsen: Tingkat Kepercayaan Konsumen Turun

Indeks kepercayaan konsumen Indonesia sepanjang kuartal IV 2012 mencapai 117 basis poin, turun dibanding kuartal III 2012 yakni 119 basis poin, menurut survei Nielsen.

Meski demikian, penurunan itu masih dinilai dalam batas wajar dan konsumen Indonesia cenderung masih optimistis. “Penurunan sebesar 2 poin masih menunjukkan kepercayaan konsumen stabil di 2012,” ujar Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia. 

Dia menambahkan tingkat kepercayaan konsumen sebesar 117 basis poin di akhir 2012 menjadikan Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan konsumen paling optimistis, di bawah India (121 basis poin), dan Filipina (119 basis poin).

Omset Kosmetik Lokal Tumbuh Lebih Rendah Dibanding Impor

Penjualan produk kosmetik lokal di tahun 2013 diperkirakan tumbuh 15% dibanding tahun 2012 lalu menjadi Rp 11,22 triliun. Peningkatan tampak lebih rendah dibanding pertumbuhan penjualan produk impor, yang diperkirakan sebesar 30%.

Wiyantono, Ketua Bidang Perdagangan Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi), menuturkan kenaikan penjualan produk impor yang lebih tinggi pada tahun ini terjadi karena besarnya permintaan terhadap produk bermerek asing.

5 Februari 2013

Inflasi 2013 Diprediksi Menembus 5%

Sepanjang tahun 2013 tingkat inflasi diperkirakan ada di kisaran 5% atau sedikit lebih tinggi dari perkiraan pemerintah dalam asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2013 sebesar 4,9%. Bambang Prijambodo, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pendanaan Pembangunan Bappenas, mengatakan lebih tingginya angka inflasi disebabkan kondisi ekonomi di luar basis normal tahunan.


Menurut Bambang, ada tiga kondisi yang membuat tingkat inflasi Indonesia tahun 2013 ada di luar basis normal antara lain disebabkan pelaksanaan kebijakan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15%, Naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) di sebagian wilayah mencapai 19%-20% dan terakhir adanya gangguan cuaca yang hampir menyeluruh pada sebagian wilayah basis produksi pangan. 

2 Februari 2013

Pangsa Pasar Produsen Terigu Domestik Diestimasi 92%

Produksi seluruh produsen terigu domestik tahun 2013 ini diproyeksikan capai 4,99 juta ton, naik 7% dibanding tahun lalu 4,72 juta ton, menurut Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO). Nilai itu setara 92% pangsa pasar dari total konsumsi terigu nasional tahun ini sebesar 5,43 juta ton.

Ketua Umum APTINDO, Franciscus Welirang, menuturkan pangsa pasar produsen terigu domestik yang dominan antara lain karena pemberlakuan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) terhadap terigu impor asal Turki sejak 5 Desember 2012. 

Kementerian Keuangan menetapkan BMTPS sebesar 20% dari bea impor dikenakan dalam masa penyelidikan safeguard terhadap tepung terigu impor. "BMTPS layak diberlakukan oleh Kementerian Keuangan karena memang terjadi dumping terigu," kata Franciscus. BMTPS terhadap terigu impor asal Turki berlaku selama 200 hari sejak tanggal penetapan.

1 Februari 2013

Indofood Tawarkan Dana Riset Bidang Pangan

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) kembali meluncurkan program bantuan dana penelitian bagi peneliti, mahasiswa dan dosen di bidang pangan lewat "Indofood Riset Nugraha" (IRN) periode 2013-2014.

Indofood Tawarkan Dana Riset Bidang Pangan"Kami ingin terus menumbuhkan dan membudayakan antusiasme riset di bidang pangan dari berbagai disiplin ilmu. Itu sebagai wujud kepedulian kami untuk kemajuan pangan di Indonesia," ujar Direktur Indofood Franciscus Welirang di Jakarta, Kamis. 

Ketahanan pangan nasional, kata dia, menjadi persoalan penting yang membutuhkan perhatian bersama baik pemerintah, kalangan industri dan masyarakat. "14 tahun ketahanan pangan semakin kompleks," katanya. 

2014: Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6,8%-7,2%

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6,8%-7,2%Pemerintah masih fokus dengan target pertumbuhan ekonomi yang dirancang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014 sebesar 6,8%-7,2%. Armida Salsiah Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, menyatakan masih cukup optimistis melihat proyeksi perbaikan ekonomi dunia.

Menurut Armida, target pertumbuhan ekonomi 2014 yang difokuskan itu untuk  mencapai program yang telah dibuat dalam RPJMN 2010-2014. Target tersebut saat ini tercatat baru tercapai sebesar 63%, sedangkan program yang masih tertunda atau kuning sebesar 25% dan belum dilaksanakan atau merah 12%.

Food Safety Menyulitkan Ekspor Makanan Indonesia

Kebijakan terkait pengamanan produk makanan (food safety) di sejumlah negara tujuan ekspor dinilai akan mempersulit ekspor makanan Indonesia tahun ini, menurut asosiasi industri. Peraturan food safety diterapkan pemerintah sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin.


"Bea masuk ke negara-negara itu masih cukup tinggi, antara 20%-30%, bahkan ada yang mencapai 40%," ujar Adhi Siswaja Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Kebijakan food safety menjadikan produsen makanan lokal sulit untuk mengembangkan ekspor ke negara-negara yang potensial menjadi pasar baru ekspor.

Optimisme Konsumen Indonesia Lampaui China

Menurut survei Credit Suisse, Tingkat Optimisme dan Kepercayaan konsumen di Indonesia pada 2013 melampaui konsumen China, dan menjadi yang tertinggi kedua, setelah Brasil. Tingginya tingkat optimisme dan kepercayaan konsumen di Indonesia ditopang kenaikan pendapatan serta tingkat inflasi pangan yang rendah.

Vice President Equity Research PT Credit Suisse Securities Indonesia, Ella Nusantoro, "Tingginya tingkat optimisme dan kepercayaan konsumen itu tampak dari ekspektasi kenaikan pendapatan per kapita di Indonesia."

Menurut hasil survei itu, 40% total responden di Indonesia memperkirakan pendapatannya naik di atas 10% tahun ini, 57% responden berekspektasi pendapatannya flat hingga naik 10%, dan hanya 3% responden yang memproyeksikan pendapatannya turun hingga flat

31 Januari 2013

Masuk dan Taklukkan Pasar US$ 10 Triliun

Banyak sudah buku yang ditulis mengenai pasar Cina dan India, tetapi belum pernah ada yang meneliti besarnya pasar itu di masa depan.

Belum ada pula yang menulis mengenai harapan, impian dan ambisi konsumen kedua negara itu, serta memberikan gambaran secara lengkap dari sisi perkotaan, perdesaan, yang kaya, yang miskin dan kelas menengah.

Buku ini mengkalkulasi besarnya pasar tersebut, menguraikan insight tentang hati, pikiran dan aspirasi konsumen di kedua negara dengan jumlah penduduk gabungan 2,5 miliar jiwa, lalu menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menaklukkan kesempatan besar itu di Cina, India dan negara asal.

Masuk dan Menaklukkan Pasar US$ 10 Triliun (2)

Berbeda dari kulkas sebagaimana biasanya, kulkas chotukool berukuran sangat kecil dan tidak memiliki kompresor. Inovasi disruptif ini dilakukan karena rumah-rumah segmen bawah di India sangat kecil, padat dan tidak memiliki pasokan listrik yang stabil. 

Perusahaan asing yang sukses di Cina juga mengubah model bisnisnya untuk beradaptasi dengan pasar setempat. Restoran KFC di Cina misalnya lebih luas daripada tipikal restoran KFC di Amerika Serikat, memiliki playground buat anak kecil dan menghidangkan makanan Cina, misalnya Cantonese eggtart dan sup. Bukan hanya itu, KFC Cina pun siap mengadakan pesta ulang tahun buat anak kecil.

Oreo juga sukses besar di Cina dengan mengubah produknya untuk beradaptasi dengan pasar Cina. Kraft memformulasi ulang Oreo untuk pasar Cina dengan mengurangi kandungan gulanya dan meluncurkan rasa khas seperti green tea. Kemasan dan harganya pun disesuaikan dengan daya beli masyarakat Cina. 

30 Januari 2013

Penjualan Mi Instan Diproyeksi Tumbuh 8%

Penjualan Mi Instan Diproyeksi Tumbuh 8%Menurut Kementerian Perindustrian dan asosiasi industri, volume penjualan mi instan di Indonesia diproyeksi tumbuh 8%-10% pada 2013 menjadi 17,8-18,1 miliar bungkus dibanding 2012 sebesar 16,5 miliar bungkus. Dengan demikian, volume penjualan mi instan di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Cina.
   
“Pertumbuhan volume penjualan mi instan ditopang kenaikan pendapatan per kapita serta pertumbuhan jumlah penduduk,” ujar Faiz Ahmad, Direktur Industri Makanan Kementerian Perindustrian.

28 Januari 2013

Konsumsi Minuman Karbonasi di Indonesia

Konsumsi Minuman Karbonasi di Indonesia
TERENDAH SE-ASEAN 
Menurut asosiasi industri, konsumsi minuman karbonasi di Indonesia terendah se-ASEAN. Hal itu tidak lepas dari pertumbuhan konsumsi minuman karbonasi yang rata-rata hanya sebesar 1,8% per tahun selama periode 2004-2010.


"Masyarakat Indonesia cenderung mengkonsumsi minuman ringan jenis air minum dalam kemasan (AMDK), minuman sari buah, dan minuman teh siap saji, ketimbang minuman berkarbonasi," kata Suroso Natakusuma, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim). Konsumsi air minum dalam kemasan tumbuh mendekati 7% per tahun, atau minuman teh siap saji yang konsumsinya meningkat 7,7% per tahun.

24 Januari 2013

Pertumbuhan Konsumsi Indonesia Dorong Ekspansi Produsen Minuman

Pertumbuhan konsumsi minuman ringan akan mendorong ekspansi yang dilakukan produsen di 2013, menurut Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM). Konsumsi minuman ringan tahun ini diperkirakan tumbuh 8,3% menjadi 22 miliar liter dibanding tahun lalu seiring kenaikan permintaan domestik.

Menurut Ketua Umum ASRIM Farchad Poeradisastra, kenaikan permintaan minuman ringan pada tahun ini ditopang pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan per kapita. "Peningkatan pendapatan akan menumbuhkan daya beli masyarakat," ujarnya kepada wartawan.

Pertumbuhan konsumsi juga karena Indonesia saat ini menjadi negara alternatif tujuan ekspor minuman ringan dari sejumlah negara. "Krisis yang terjadi di Eropa menjadikan Indonesia sebagai fokus tujuan ekspor baru," ujar Farchad.

Daya Saing Industri Makanan Indonesia Masih Rendah

Daya saing industri makanan dan minuman Indonesia saat ini masih relatif rendah dibanding negara-negara pesaing secara regional, menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Penyebabnya antara lain adalah kendala pada infrastruktur penunjang, baik di sektor hulu maupun hilir, serta hambatan pada distribusi.
 
Ketua Umum Gapmmi Adhi Siswaja Lukman mengatakan,"Daya saing industri makanan dan minuman Indonesia menduduki peringkat 50, masih di bawah negara kompetitor utama seperti Malaysia yang ada di peringkat 25, Brunei Darussalam peringkat 28, dan Thailand peringkat 38."

23 Januari 2013

Pertumbuhan Industri Hilir Dorong Konsumsi Terigu

Konsumsi terigu nasional tahun ini diperkirakan mencapai 5,43 juta ton, naik 7% dibanding proyeksi tahun lalu 5,08 juta ton, menurutAsosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO). Kenaikan itu ditopang pertumbuhan industri hilir pengguna terigu di Indonesia.
 
"Industri pengguna terigu seperti biskuit berpotensi tumbuh tahun ini, itu menjadi pendorong pertumbuhan industri terigu nasional," ujar Franciscus Welirang, Ketua Umum APTINDO. Pertumbuhan industri pengguna terigu mengikuti tren penggunaan makanan berbahan terigu sebagai pengganti nasi.

Franciscus menuturkan tahun ini konsumsi terigu di Indonesia masih akan didominasi oleh penggunaan produk terigu nasional. "Produk domestik akan menguasai sekitar 92% pasar terigu nasional tahun ini," kata dia.

Pangsa pasar produsen terigu domestik yang dominan antara lain karena pemberlakuan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) terhadap terigu impor asal Turki sejak 5 Desember 2012. 

Kementerian Keuangan menetapkan BMTPS sebesar 20% dari bea impor dikenakan dalam masa penyelidikan safeguard terhadap tepung terigu impor. "BMPTS layak diberlakukan karena memang terjadi dumping terigu," kata Franciscus.

Pertumbuhan konsumsi tahun lalu dan tahun ini juga dinilai mendorong investasi produsen terigu tahun ini. Hal itu ditunjukkan investasi tiga produsen, yakni PT Indofood Sukses Makmur, PT Siantar Top, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Indofood Sukses Makmur melalui entitas anak, PT Bogasari Flour Mills, membangun pabrik terigu pada tahun ini. Pembangunan pabrik itu pada mulanya akan dibangun tahun lalu, namun masih terkendala lahan.

Pembangunan pabrik baru Bogasari dilakukan untuk menjaga pangsa pasar, seiring bertambahnya investasi baru di sektor industri tepung. Dari 19 perusahaan terigu di Indonesia yang ada di 2011, Bogasari masih dapat mempertahankan pangsa pasar sebesar 57% melalui dua pabriknya.

"Tahun 2000 industri tepung terigu itu hanya berjumlah 4, tahun lalu sudah mencapai 19. Diperkirakan ke depannya akan ada 21 perusahaan," kata Franciscus. Harga saham Indofood Sukses Makmur pada penutupan perdagangan Senin naik 50 poin (0,8%) menjadi Rp 6.000 dibanding Jumat pekan lalu.

Pitoyo, Direktur Siantar Top, menuturkan pabrik terigu yang dibangun perseroan ditargetkan berkapasitas hingga 5.500 ton per bulan. Sekitar 60% produksi pabrik baru itu akan dipakai untuk kebutuhan tiga pabrik makanan perseroan.

"Sementara sisa produksi akan dijual kepada pihak yang membutuhkan," kata Pitoyo. Pabrik itu telah beroperasi mulai tahun lalu. Harga saham Siantar Top turun 10 poin (1,1%) menjadi Rp 870.

PT Wilmar Nabati Indonesia juga mulai membangun pabrik terigu di Surabaya akhir 2012 dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar-Rp 500 miliar. Menurut direksi perseroan, pabrik baru itu ditargetkan beroperasi kuartal III 2013.
"Pabrik baru itu sudah mulai pembangunan konstruksi dengan kapasitas produksi 2x500 ton per tahun," ujar Hendri Saksti, Presiden Direktur Wilmar Nabati Indonesia.(dbs)

19 Januari 2013

2013: Naik 15% Biaya Bahan Baku Roti

Pada Kuartal I Tahun ini, biaya bahan baku roti diperkirakan naik berkisar 7%-15%, menurut Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (Apebi). Kenaikan tersebut terjadi karena produsen terigu menaikkan harga jual seiring peningkatan harga gandum dan pelemahan rupiah.
 
"Produsen bahan baku menaikkan harga jual ke kami produsen roti, karena mereka juga berupaya menjaga margin akibat naiknya biaya produksi," kata Chris Hardijaya, Ketua Umum Apebi. Kenaikan biaya bahan baku mendorong peningkatan biaya produksi roti sebesar 22% di tahun ini.

Simak juga topik populer 2015:
1) Tren Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia Makin Positif
2) 2015: Investasi Sektor Makanan Diprediksi Tumbuh 25%
3) 2015: Prediksi Pertumbuhan Industri Minuman Capai 12%
4) Investasi Sektor Makanan Topang Pertumbuhan Industri di 2015

5) Tren Bisnis Makanan dan Minuman 2015

18 Januari 2013

Incar Perusahaan Consumer Goods Saratoga Siapkan US$ 480 Juta

PT Saratoga Investama Sedaya, perusahaan private-equity, berencana menginvestasikan dana sekitar US$ 480 juta terutama di perusahaan consumer goods, menjelang penawaran perdana saham (IPO) perseroan yang direncanakan tahun ini. 
 
Pendiri Saratoga, Edwin Soeryadjaya menyatakan langkah tersebut dilakukan memanfaatkan tingginya tingkat konsumsi pasar Indonesia, di tengah perlambatan ekonomi global yang menurunkan harga komoditas seperti batubara dan minyak sawit. 
"Saya ingin menemukan beberapa perusahaan produk konsumen," kata Edwin seperti dikutip Bloomberg

17 Januari 2013

Kemenperin: Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 9%

Kementerian Perindustri­an (Kemenperin) menarget­kan pertumbuhan industri makanan dan minuman (ma­min) hingga akhir tahun 2013 mencapai 9% dan ditopang oleh peningkatan konsumsi di pasar dalam negeri. 
 
“Diproyeksikan pertumbu­han industri makanan dan minuman pada tahun ini sekitar 9%. Besarnya biaya di sektor energi, akan memper­lambat pertumbuhan indus­tri makanan dan minuman,” kata Direktur Industri Maka­nan dan Hasil Laut, Faiz Ah­mad di Jakarta, Rabu (16/1).

13 Januari 2013

Bea Masuk Impor Tepung Gandum 20%

Rencana pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dari serbuan impor tepung gandum akhirnya terealisasi. Caranya, melalui pengenaan Bea Masuk (BM) untuk impor tepung gandum.
 
Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan Yudi Pramadi mengatakan, kebijakan fiskal tersebut dilakukan melalui Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS) Terhadap Impor Tepung Gandum. “Besarannya 20% dari nilai impor,” ujarnya, Sabtu (11/1).

12 Januari 2013

Ekspansi Dorong Pertumbuhan Volume Penjualan Produsen Air Minum Kemasan

Ekspansi akan mendorong pertumbuhan volume penjualan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) tahun ini, menurut Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin). Tahun ini, volume penjualan air minum kemasan secara nasional diestimasi mencapai 22,7 miliar liter, meningkat 15% dibanding proyeksi 2012 sebesar 19,8 miliar liter. 


"Dengan adanya ekspansi, maka wilayah penjualan air minum kemasan akan semakin meluas di 2013," kata Rembang Kayo, Sekjen Aspadin. Meski demikian, konsumsi air minum kemasan masih akan dominan di Pulau Jawa, sesuai kondisi demografis Indonesia.

9 Januari 2013

2013: Pasar Minuman Ringan Diharapkan Tumbuh 11%

Pasar minumann ringan pada 2013 diprediksikan tumbuh 10%-11% menjadi Rp 326,7 triliun-Rp 329,6 triliun dibanding 2012, menurut asosiasi industri. Kenaikan itu ditopang pertumbuhan volume konsumsi.
 
 Pasar Minuman Ringan Diharapkan Tumbuh 11%
"Pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan pasar minuman ringan tahun ini," ujar Farchad Poeradisastra, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim)

--------------------------------------------------
 
Simak juga topik populer 2015:
1) Tren Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia Makin Positif
2) 2015: Investasi Sektor Makanan Diprediksi Tumbuh 25%
3) 2015: Prediksi Pertumbuhan Industri Minuman Capai 12%
4) Investasi Sektor Makanan Topang Pertumbuhan Industri di 2015

5) Tren Bisnis Makanan dan Minuman 2015

-------------------------------------------------- 

4 Januari 2013

Persaingan di Dunia & Posisi Indonesia

Di kalangan ASEAN, Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah maju. Indonesia dengan indeks 46 untuk tahun 2011-2012 masih termasuk kelompok 50 negara yang ketinggalan.

PENTINGNYA DAYA SAING
Dalam mengama­ti perkembangan ekonomi dunia de­wasa ini didapat ke­san bahwa era glo­balisasi telah berhasil untuk menggerakan proses transfor­masi ekonomi dunia. Yang men­jangkau berbagai bidang ekono­mi penting. Disadari bahwa masih terdapat banyak kelema­hannya yang menimbulkan ke­resahan. Seperti telah digam­barkan oleh Joseph E. Stiglitz dalam bukunya “Globalization and its Discontents”.

Walaupun demikian telah ter­cipta iklim ekonomi dunia yang dinamis, transparan, dan cang­gih. Iklim demikian telah dapat dimanfaatkan oleh negara-neg­ara berkembang. Terutama dari Asia. Kini posisi negara-negara berkembang di ekonomi global semakin mendekati taraf nega­ra-negara yang sudah maju.