7 December 2013

General Economic Outline of Indonesia

Indonesia, currently the 18th-largest economy in the world, is experiencing remarkable economic growth. After the Asian Financial Crisis of the late 1990s halted a booming economy fostered by the Suharto government, Indonesian macroeconomic indicators started to come back on track in the mid 2000s.

Although the Asian Financial Crisis had disastrous consequences (especially on the poorer urban segments of society), important lessons have been learned too. The financial system for example, which to a large extent lacked supervision and transparency, was replaced by a system entailing more prudent fiscal policies in line with international economic standards, thus fostering integration with global markets. Moreover, the Asian Financial Crisis has been the catalyst for a process of political democratization and liberalization that continues up to the present.

2 September 2013

Membangun Pabrik Mie Instan Indonesia di Kazakhstan

Mie instan buatan Indonesia, terutama Indomie, sudah menjelajah ke berbagai belahan dunia. Ada keinginan Indonesia untuk berinvestasi membangun pabrik Indomie di Kazakhstan, yang merupakan salah satu ladang gandum di dunia ini. Terhadap keinginan Indonesia ini, pemerintah Kazakhstan menyambut baik.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, Presiden SBY menyampaikan sejumlah kerjasama yang akan digenjot, yaitu antara lain kerjasama di bidang pangan, kerjasama di bidang energi, dan kerjasama di bidang pariwisata. Dalam bidang pangan, SBY menyampaikan rencana melakukan investasi pembangunan pabrik mie instan Indofood di Kazakhstan.

19 August 2013

Waralaba Gerai Minimarket Rajawali Ditawarkan 150 Juta, Berminat?

BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menawarkan kerjasama waralaba minimarket rajawali. Bagi yang berminat hanya perlu menyiapkan dana Rp 150 juta dan lokasi tempat usaha.

Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro mengungkapkan beberapa pihak sudah berminat untuk membuka waralaba atas minimarket yang bernama Waroeng Rajawali. Pada bulan November tahun ini, Waroeng Rajawali siap diwaralabakan.

28 March 2013

Indonesia Pasar Potensial Bagi Industri Kosmetik

Kosmetik sangat identik dengan keindahan dan kesehatan tubuh dari ujung rambut sampai kaki. Bagi wanita, produk kosmetik selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, demi mendapatkan dan mempertahankan kecantikan dari waktu ke waktu. Inilah yang menjadi alasan mengapa wanita lebih banyak mengenal berbagai macam kosmetik untuk mereka gunakan setiap hari.
 
Kondisi ini dimanfaatkan menjadi peluang besar bagi produsen kosmetik. Jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, menjadikan Indonesia pasar yang menjanjikan bagi perusahaan kosmetik. Kendati mayoritas industri kosmetik membidik target konsumen utama kaum wanita, belakangan mulai berinovasi dengan produk-produk untuk pria.

20 March 2013

Pemain Baru di Pasar Terigu Tahun Ini

Menurut Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Aptindo, lonjakan konsumsi turut mendorong masuknya pemain baru di industri terigu. 
Tahun ini, ada empat produsen tepung terigu baru yang siap meramaikan industri terigu nasional

Kendati hampir seluruh kebutuhan bahan baku gandum berasal dari impor, industri terigu tetap tumbuh subur di negeri ini. Terbukti, industri ini terus kedatangan pemain baru.

Data Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) menyebutkan, pada tahun 2013 ini, ada empat pemain baru yang akan meramaikan industri terigu nasional.

12 March 2013

RNI Siapkan Dua Anak Usaha Go Publik

Ismet Hasan Putro
PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tengah menyiapkan dua anak usahanya untuk 'melantai' ke bursa saham pada tahun depan. Direktur Utama RNI, Ismet Hasan Putro, mengungkapkan kedua anak usaha yang akan dibawa ke bursa saham itu ialah PT Phapros dan PT Perkebunan Mitra Ogan. 

Dia menjelaskan alasan membawa kedua anak usaha ke bursa saham adalah untuk memenuhi kebutuhan permodalan dan meningkatkan good corporate governance. "Kami sudah tunjuk konsultan untuk penjaminan emisi. Rencananya, 25% dari saham masing-masing perusahaan kita lepas. RNI tetap akan menjadi mayoritas," ungkap dia.

8 March 2013

2013: Barclay Mematok Target 30% Pangsa Pasar Lotion

Anak usaha PT Tempo Scan Pacific, Barclay Products pada tahun ini mematok target 30% pangsa pasar lotion pada 2013.

Olivia Lubis Jensen
PT Barclay Products meluncurkan produk terbarunya, Marina Hand Body Lotion UV White Ekstra SPF 15, pada 7 Maret 2013.

Acara peluncuran Marina Hand Body Lotion UV White Extra SPF 15 ini berlangsung di gedung Tempo Scan Tower, Jalan Rasuna Said kav 3-4, lantai 16. Dalam Jumpa Pers dan Talk Show ini menghadirkan pembicara Nina M. Yunianto (PT Barclay Product), dr M Rachadian Ramadhan (Gentur Cleft Foundation) dan Aktris cantik Olivia Jensen Lubis.

7 March 2013

Indonesia 2020: 141 Juta Kelas Menengah

Jumlah kelas menengah dan orang kaya Indonesia berpotensi naik dua kali lipat menjadi lebih dari 141 juta orang pada 2020, demikian laporan yang dirilis oleh Boston Consulting Group (BCG). BCG adalah satu dari sejumlah perusahaan internasional yang optimis mengenai masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut BCG, dari 250 juta warga Indonesia, sekitar 74 juta orang kini menghabiskan uang lebih dari $ 200 (Rp 1,94 juta) per bulannya. Angka ini menjadikan mereka tergolong ke dalam kelas menengah atau kelas menengah atas. Jumlah ini diperkirakan meroket hingga 141 juta orang pada 2020.


Simak juga topik populer 2015:
1) Tren Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia Makin Positif
2) 2015: Investasi Sektor Makanan Diprediksi Tumbuh 25%
3) 2015: Prediksi Pertumbuhan Industri Minuman Capai 12%
4) Investasi Sektor Makanan Topang Pertumbuhan Industri di 2015

5) Tren Bisnis Makanan dan Minuman 2015

Perilaku Konsumen Kelas Menengah Indonesia Berubah

Perilaku Konsumen Kelas Menengah Indonesia Berubah
Terjadi perubahan pola konsumsi kelas menengah di Indonesia. Hasil riset The Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan gelombang konsumen baru kelas menengah ke atas atau Middle and Affluent Consumer (MAC) akan tumbuh dalam jumlah dan daya beli.

"Tren konsumsi bergerak dari produk untuk memenuhi kebutuhan dasar ke produk yang menawarkan kenyamanan  yang lebih besar," ujar Partner & Manager Director, BCG Singapore Vaishali Rastogi di Hotel Four Season, Rabu (6/3).

Perubahan ini didukung oleh kesadaran finansial oleh MAC. Kaum MAC merupakan generasi yang optimis memiliki kehidupan lebih baik daripada generasi sebelumnya. 


Menyoal Lonjakan Impor Bahan Pangan

Sebagai negara agraris negeri ini, memiliki tanah subur dan air yang melimpah, namun masih terus membutuhkan komoditas pangan impor. Jumlahnya terus melonjak sejak awal tahun 2013 ini. 


Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada awal 2013 impor beras sudah mencapai 46 ribu ton senilai US$ 22,9 juta. Impor jagung sebesar 335 ribu ton dengan nilai US$ 102 juta; kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe sebanyak 54 ribu ton senilai US$ 34 juta;  serta biji gandum dan meslin didatangkan 517 ribu ton atau senilai US$ 207 juta. 

Bahan Baku Makanan Tidak Efisien

Harga dan pasokan bahan baku makanan di Indonesia saat ini dinilai belum efisien bagi industri hilir, menurut kalangan produsen. Hal itu menjadikan produsen makanan hilir cenderung bergantung pada bahan baku impor.

Presiden Direktur PT Sriboga Raturaya (produsen terigu), Alwin Arifin mencontohkan gandum sebagai bahan baku terigu saat ini masih sulit dikembangkan Indonesia, karena kondisi lahan yang tidak mendukung. "Letak geografis Indonesia yang berbukit-bukit juga menjadi faktor kendala penanaman gandum, karena dalam menanam gandum membutuhkan lahan yang datar, sehingga para petani sulit mengembangkan tanaman gandum di Indonesia," ujar Alwin.

5 March 2013

Naiknya Biaya Produksi Tekan Margin Kotor PT Nippon Indosari

PT Nippon Indosari Corpindo, memproyeksikan margin kotor tahun ini sebesar 45%, turun 172 basis poin dibanding margin kotor 2012 sebesar 46,72%, menurut direksi perseroan. Penurunan margin terjadi akibat peningkatan biaya produksi tahun ini.

Menurut Direktur Nippon Indosari Alex Chin, "Kenaikan sejumlah unsur seperti tarif listrik dan upah buruh menjadikan biaya produksi meningkat, namun tidak signifikan.  Dia memberi contoh, tarif tenaga listrik (TTL) untuk industri yang naik sebesar 15% pada awal kuartal I 2013 ikut mempengaruhi biaya produksi.

4 March 2013

China Gencar Menggempur Pasar Batik Indonesia

Tak hanya perkakas rumah tangga, makanan dan minuman, sepeda motor saja, batik China juga kuasa menggempur pasar Indonesia.

Dua pusat penjualan garmen di Jakarta, Tanah Abang dan Mangga Dua menghadapi serbuan batik asal Negeri Tirai Bambu itu. 

Menurut catatan BPS, sepanjang 2012, impor batik dari China mencapai 1.037 ton dengan nilai US$30 juta atau sekitar Rp285 miliar. Impor terbesar adalah batik mekanik dengan jumlah 677,4 ton dengan nilai US$23,3 juta. Batik mekanik adalah batik cap yang dikerjakan dengan mesin.

3 March 2013

Sari Roti Akan Bangun Tiga Pabrik di Jawa dan Kalimantan

PT Nippon Indosari Corporindo produsen Sari Roti berencana membangun 3 pabrik baru tahun ini. Pembangunan satu pabrik diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 100-200 miliar. Untuk lokasi, Indosari memilih mendirikan 2 pabrik di Jawa dan 1 pabrik di Kalimantan.
 
Presiden Director Indosari, Alex Chin mengaku telah menyiapkan dana atau anggaran capex 2013 Rp 400 miliar tahun ini untuk aksi ekspansinya. "Capex untuk tiga pabrik itu kira Rp300-400 miliar di 2013," ucap Chin dalam konfrensi pers di Jakarta, Kamis (28/2).

Chin mengatakan anggaran capex tahun ini lebih besar dari tahun lalu karena kenaikan harga tanah di kawasan industri. Produsen sari roti ini mengambil pendanaan capex 2013 dari dana internal dan pinjaman perbankan dari BCA.

26 February 2013

Ekspansi Hero Supermarket Kian Agresif

Situasi ekonomi Indonesia yang kondusif membuat pertumbuhan industri ritel terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pertumbuhan ini ditopang oleh pengembangan usaha yang kian agresif sejalan dengan upaya perbaikan jalur distribusi serta kemampuan pemerintah untuk menjaga laju inflasi, memelihara stabilitas politik dan kondisi keamanan nasional.

Melihat peluang ini, salah satu perusahaan jaringan ritel terbesar, PT Hero Supermarket terus bergerak dalam melakukan ekspansi dengan melakukan pembukaan cabang baru. Pada 2012 lalu HERO telah membuka 97 toko baru, termasuk tujuh gerai Giant Hypermarket.

Dengan pembukaan gerai pada 2012, praktis per 31 Desember 2012 HERO telah mengoperasikan 46 gerai Giant Hypermarket, 142 gerai Hero dan Giant supermarket, 266 gerai kesehatan dan kecantikan Guardian dan 151 gerai Starmart convenience store. Seiring peningkatan ekspansi, perseroan pada sepanjang 2012 berhasil membukukan laba bersih senilai Rp303 miliar atau tumbuh 10,7% dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp273,5 miliar.

23 February 2013

Meluncur Logo Baru AQUA di Usianya ke 40 Tahun

40 tahun Aqua Bersama Untuk Indonesia
Menggenapi usianya di 40 tahun, AQUA Group meluncurkan logo baru di setiap kemasan produk air minumnya. Ini dilakukan demi memberi apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayai keberadaan AQUA selama 40 tahun.

AQUA sebagai pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), mempertegas komitmennya dalam mendukung terwujudnya keluarga Indonesia sehat untuk Esok yang Lebih Baik melalui pengenalan logo baru yang akan menemani hari-hari keluarga Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Melalui Visi dan Misi yang dicetuskan oleh mendiang Tirto Utomo, AQUA sendiri selama 40 tahun telah menyimpan banyak cerita dibalik kesuksesan hingga diakui sebagai pemimpin pasar AMDK Indonesia. 

Minim Bahan Baku Produksi Susu Olahan Bisa Menurun

Minim Bahan Baku Produksi Susu Olahan Bisa Menurun
Produsen susu olahan di Indonesia memperkirakan akan kekurangan bahan baku menyusul penurunan produksi susu segar yang digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan. 

Teguh Boediyana, Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN), mengatakan produksi susu segar domestik tahun ini berpotensi turun 10%-15% dibanding tahun lalu. 

Menurut Teguh, penurunan produksi susu segar karena peternak cenderung menjual sapi dalam bentuk daging, yang nilai jualnya lebih tinggi daripada diternakkan sebagai sapi perah. "Harga daging sapi naik signifikan, sapi perah peternak dijual untuk dipotong," kata Teguh. 

19 February 2013

Kuartal I 2013: Produksi Industri Daging Olahan Stagnan

Produksi industri daging olahan pada kuartal I 2013 diperkirakan mencapai 11.250 ton, stagnan dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut asosiasi industri. Proyeksi itu mengacu pada ketersediaan bahan baku yang berasal dari alokasi kuota impor daging beku.

Ketua Umum National Meat Processor Association Indonesia (Nampa), Ishana Mahisa mengatakan dari 32.000 ton alokasi impor daging beku untuk 2013, sebesar 14.500 ton menjadi jatah anggota Nampa. "Tahun ini kami dapat jatah 14.500 ton, jadi produksi saya kira akan stabil," katanya saat dihubungi wartawan.

17 February 2013

Lima Hal dari Peritel Indonesia Yang Perlu Dicermati

Tingginya kebutuhan pasar dan besarnya permintaan konsumen di Indonesia, menjadikan bisnis ritel di negara kita tumbuh cukup pesat. 

Tak hanya para peritel besar seperti Carrefour dan Lotte Mart yang kini menguasai pasar Indonesia, sekarang banyak pelaku bisnis ritel lokal, sebut saja; Indomart, Alfamart, Yogya Toserba, dsb, mulai bermunculan meramaikan kompetisi di sektor itu.

Tentu kondisi ini cukup mempersulit para pelaku usaha ritel domestik. Apalagi munculnya kebijakan pemerintah mengenai kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan upah minimum karyawan turut meningkatkan biaya operasional produksi setiap bulannya. Sehingga tidak heran bila sekarang ini banyak pengusaha ritel yang lebih memilih tidak menargetkan untuk membuka gerai baru memasuki awal tahun 2013 ini.

15 February 2013

Nestle Klaim Kuasai Market Share 80% Produk Sereal

Potensi pasar sereal sebagai bahan makanan sarapan bagi anak di dunia cukup tinggi. Hingga kini, produk sereal Nestle bisa menguasai pasar Asia dan Indonesia.
 
Hal ini diutarakan Jose Oscar Yu, Country Business Manager Nestle Breakfast Cereal saat mengkampanyekan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) di gerai Carrefour Medan Fair, Medan, Minggu (17/2/2013).

"Nestle memiliki market yang cukup besar di Asia termasuk di Indonesia. Saingan kami untuk makanan sarapan ini hanya hadir pada lontong sayur, bubur ayam, dan nasi gurih," kata Jose Oscar Yu.

14 February 2013

2013: RNI Targetkan 250 Gerai Retail

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) merambah bisnis ritel dengan membuka jaringan pada tahun 2013 sebanyak 150 gerai Rajawali Mart dan 100 gerai Waroeng Nusantara.

"Untuk tahap awal jaringan gerai RNI akan dibangun di Jawa, Bali dan Lombok. Sementara hingga saat ini sudah terdapat 15 gerai Rajawali Mart di Denpasar, Bali dan satu gerai Waroeng Rajawali di Jakarta," kata Direktur Utama RNI Ismet Hasan Putro, di sela peresmian gerai Waroeng Rajawali, di halaman gedung RNI.

12 February 2013

Semaraknya Bisnis Ritel di Indonesia 2013

Sebagai negeri terbesar ke 4 dunia, Indonesia telah menjadi pasar yang diincar oleh pebisnis ritel lokal dan asing. Bisnis ritel selalu tampak seksi, terutama di kota besar seperti di Jakarta. Hampir di setiap sudut kota Jakarta dapat ditemui beragam gerai ritel mulai dari minimarket, supermarket, swalayan hingga hypermarket. 

Semaraknya Bisnis Ritel di Indonesia 2013
Makin semaraknya ritel membuat bisnis ini mengalami perubahan. Tak lagi sekadar tempat belanja, tapi tempat hiburan.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Pudjianto, daya beli masyarakat makin menguat, ditandai dengan meningkatnya income per capita yang mencapai US$ 3.540 US per tahun, menjadi peluang yang besar untuk sasaran para peritel. 

---------------------------------------------------------------------
Simak: Peritel Lokal di Era MEA 2015, Sebuah Perkembangan Baru
---------------------------------------------------------------------

Perkembangan Baru Bisnis Ritel Modern di Indonesia

Perkembangan Baru Bisnis Ritel Modern di Indonesia
Diperoleh informasi dari website Data Consult (Business Research Studies Report), dalam periode lima tahun terakhir (2007-2011) jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan hingga 17,57% per tahun. Padahal tahun 2007, jumlah gerai hanya 10.365 buah dan pada tahun 2011 jumlah gerai sudah mencapai 18.152 buah yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Selain itu, diketahui bahwa jumlah gerai Hypermarket naik lebih dari 50% yakni dari hanya 99 gerai menjadi 154 gerai (2007-2011).

8 February 2013

Era Kebangkitan Kopi Indonesia

 Era Kebangkitan Kopi Indonesia
Walaupun saya bukan peminum dan pecinta kopi sejati, tetapi ketika mendengar info terbaru bahwa Indonesia sudah menjadi negara ketiga terbesar penghasil kopi di dunia, membuat saya bangga setengah mati. Indonesia yang tadinya berada diposisi empat, kini menempati urutan tiga menyalip Kolombia. Dimana urutan pertama masih dipegang Brazil dan disusul oleh Vietnam.

Nielsen: Tingkat Kepercayaan Konsumen Turun

Indeks kepercayaan konsumen Indonesia sepanjang kuartal IV 2012 mencapai 117 basis poin, turun dibanding kuartal III 2012 yakni 119 basis poin, menurut survei Nielsen.

Meski demikian, penurunan itu masih dinilai dalam batas wajar dan konsumen Indonesia cenderung masih optimistis. “Penurunan sebesar 2 poin masih menunjukkan kepercayaan konsumen stabil di 2012,” ujar Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia. 

Dia menambahkan tingkat kepercayaan konsumen sebesar 117 basis poin di akhir 2012 menjadikan Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan konsumen paling optimistis, di bawah India (121 basis poin), dan Filipina (119 basis poin).

Omset Kosmetik Lokal Tumbuh Lebih Rendah Dibanding Impor

Penjualan produk kosmetik lokal di tahun 2013 diperkirakan tumbuh 15% dibanding tahun 2012 lalu menjadi Rp 11,22 triliun. Peningkatan tampak lebih rendah dibanding pertumbuhan penjualan produk impor, yang diperkirakan sebesar 30%.

Wiyantono, Ketua Bidang Perdagangan Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi), menuturkan kenaikan penjualan produk impor yang lebih tinggi pada tahun ini terjadi karena besarnya permintaan terhadap produk bermerek asing.

6 February 2013

Harga Daging Sapi di Indonesia Paling Mahal?

Menteri Pertanian Suswono membantah harga daging sapi di Indonesia saat ini termahal di dunia. Namun, dia mengakui bahwa harga daging sapi, khususnya di DKI Jakarta, memang sudah mahal.

"Tidak benar itu, memang daging sapi itu ada jenis-jenisnya, mulai dari yang biasa hingga yang mahal. Kalau daging sapi untuk steak, itu memang mahal," kata Suswono saat ditemui selepas rapat koordinasi di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/1/2013).

Menurut Suswono, harga daging sapi yang mahal tersebut sebenarnya hanya terjadi di DKI Jakarta atau di kawasan Jabodetabek yang juga terkena imbasnya. Hal ini disebabkan pasokan daging sapi ke Ibu Kota terbatas.

Untuk menekan harga daging sapi yang mahal itu, pihaknya meminta pusat-pusat peternakan sapi di daerah untuk menyuplai daging sapi ke Ibu Kota. Pihaknya juga meminta kepada pedagang sapi agar tidak memanfaatkan harga daging sapi yang tinggi tersebut untuk meraih keuntungan yang besar.

"Sebenarnya, margin keuntungan peternak ini sudah tinggi. Padahal, harga wajarnya sekitar Rp 60.000-Rp 70.000 per kg. Saya minta agar peternak tidak mengambil margin yang tinggi," tambahnya.

Seperti diberitakan, harga daging sapi di Indonesia saat ini adalah yang termahal di dunia. Harga di dalam negeri berkisar Rp 90.000 per kilogram, sementara di sejumlah negara lain hanya berkisar Rp 40.000. Pemerintah diminta turun tangan untuk menstabilkan harga daging.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, harga daging pada pekan keempat Januari 2013 mencapai Rp 90.000 per kilogram. Harga tersebut bertahan sejak minggu pertama Desember 2012.

Menurut data Bank Dunia, harga daging sapi rata-rata di Indonesia pada Desember 2012 mencapai US$ 9,76, sementara di Malaysia hanya US$ 4,3 ; Thailand US$ 4,2 ; Australia US$ 4,2 ; Jepang US$ 3,9;  Jerman US$ 4,3; dan India US$ 7,4.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pekan lalu di Jakarta mengatakan masih tingginya harga daging di pasaran mengindikasikan pasokan yang masih tersendat.

"Saya tidak mau menggugat hasil survei yang menyebutkan pasokan sapi kita cukup, tetapi faktanya sudah tiga bulan ini harga daging tak kunjung turun. Jika ini terus dibiarkan, mendekati puasa dan Lebaran, harga daging bisa menyentuh level Rp 120.000 per kilogram. Itu sudah melampaui daya beli masyarakat," paparnya. (dbs)

5 February 2013

Inflasi 2013 Diprediksi Menembus 5%

Sepanjang tahun 2013 tingkat inflasi diperkirakan ada di kisaran 5% atau sedikit lebih tinggi dari perkiraan pemerintah dalam asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2013 sebesar 4,9%. Bambang Prijambodo, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pendanaan Pembangunan Bappenas, mengatakan lebih tingginya angka inflasi disebabkan kondisi ekonomi di luar basis normal tahunan.


Menurut Bambang, ada tiga kondisi yang membuat tingkat inflasi Indonesia tahun 2013 ada di luar basis normal antara lain disebabkan pelaksanaan kebijakan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15%, Naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) di sebagian wilayah mencapai 19%-20% dan terakhir adanya gangguan cuaca yang hampir menyeluruh pada sebagian wilayah basis produksi pangan. 

2 February 2013

Pangsa Pasar Produsen Terigu Domestik Diestimasi 92%

Produksi seluruh produsen terigu domestik tahun 2013 ini diproyeksikan capai 4,99 juta ton, naik 7% dibanding tahun lalu 4,72 juta ton, menurut Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO). Nilai itu setara 92% pangsa pasar dari total konsumsi terigu nasional tahun ini sebesar 5,43 juta ton.

Ketua Umum APTINDO, Franciscus Welirang, menuturkan pangsa pasar produsen terigu domestik yang dominan antara lain karena pemberlakuan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) terhadap terigu impor asal Turki sejak 5 Desember 2012. 

Kementerian Keuangan menetapkan BMTPS sebesar 20% dari bea impor dikenakan dalam masa penyelidikan safeguard terhadap tepung terigu impor. "BMTPS layak diberlakukan oleh Kementerian Keuangan karena memang terjadi dumping terigu," kata Franciscus. BMTPS terhadap terigu impor asal Turki berlaku selama 200 hari sejak tanggal penetapan.

Kenaikan Tingkat Optimisme Konsumen Picu Perang Merek

Kenaikan tingkat optimisme dan kepercayaan konsumen di Indonesia tahun ini akan memicu perang merek (brand war) untuk menguasai pasar, menurut survei Credit Suisse. Persaingan merek yang semakin ketat akan terjadi untuk merek lokal dan merek internasional di segmen essentials dan discretionary

"Tingginya ekspektasi tingkat optimisme dan kepercayaan konsumen mendorong momentum merek untuk menguasai pasar sehingga memicu perang merek," ujar Karim Salamatian, Head of Non-Japan Asia Consumer Equity Research Credit Suisse.

Menurut dia, untuk memanfaatkan momentum tersebut, merek lokal dan merek internasional akan meningkatkan promosi dan iklan secara konvensional maupun digital. Credit Suisse mensurvei 14.000 konsumen di delapan negara emerging economy, yakni Brasil, Indonesia, China, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Rusia, dan Turki. Di Indonesia, survei dilakukan terhadap 1.500 konsumen.

Berdasarkan survei itu, responden di Indonesia lebih memilih merek asing untuk produk discretionary, sementara merek lokal disukai untuk produk essentials seperti fashion, produk kulit dan sepatu, serta parfum. Tahun ini, belanja konsumen untuk produk discretionary akan meningkat lebih tinggi dibanding produk essentials. Belanja produk discretionary mencakup produk kesehatan, otomotif, kosmetik, dan teknologi serta smartphone.

Di sektor kosmetik, persaingan diperkirakan makin ketat tahun ini, menurut asosiasi industri. Wiyantono, Ketua Bidang Perdagangan Persatuan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (Perkosmi), menilai persaingan akan lebih ketat seiring kenaikan harga jual 10% yang dilakukan produsen kosmetik lokal.

"Kenaikan upah buruh, harga kemasan, dan tarif energi mendorong kenaikan biaya produksi perusahaan kosmetik lokal pada tahun ini," kata Wiyantono, Ketua Bidang Perdagangan Persatuan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (Perkosmi) kepada wartawan. Dia mencontohkan, harga plastik kemasan untuk kosmetik tahun ini naik berkisar 10%-20%.

Menurut dia, biaya produksi kosmetik lokal tahun ini naik rata-rata 7% akibat kenaikan sejumlah komponen produksi. Kenaikan biaya tersebut akan dikonversi dengan menaikkan harga jual sebesar 10%.

Persaingan pasar kosmetik di Indonesia berasal dari produk-produk impor, produk perusahaan asing yang memproduksi di Indonesia, produk-produk impor yang sifatnya ilegal. Produk impor menguasai 13% pasar kosmetik di Indonesia, dengan menjangkau segmen konsumen middle-up. Produk-produk impor datang dari Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Jepang, hingga China.

Sementara produksi kosmetik lokal menguasai 87% pangsa pasar domestik dengan mencakup produksi oleh produsen Indonesia, seperti PT Mustika Ratu dan PT Martina Berto, maupun produksi oleh perusahaan asing seperti PT Unilever Indonesia, PT Procter & Gamble Indonesia, PT L’Oreal Indonesia, hingga PT Mandom Indonesia.

Pangsa pasar perusahaan asing ini cukup besar, dengan menawarkan produk-produk yang sifatnya modern. Untuk Unilever saja, terdapat produk skin cleansing, face care, dan hair care dengan merek-merek terkenal seperti Citra, Vaseline, Pond’s, Dove, Clear, dan Sunsilk. Sementara produk Mandom juga cukup kuat di pasar, dengan merek-merek seperti Gatsby, Pixy, dan Pucelle. L’Oreal dan P&G bahkan memasarkan hingga 300 jenis produk kosmetik di Indonesia.

Produk-produk impor ilegal, khususnya dari China, juga mengambil porsinya sendiri dalam pasar kosmetik Indonesia seiring pemberlakuan sistem notifikasi secara online oleh pemerintah. Agar dapat bersaing, perusahaan kosmetik lokal, baik yang sifatnya usaha menengah kecil maupun perusahaan yang skalanya cukup besar, seperti Mustika Ratu dan Martina Berto, perlu mengembangkan daya saing produk dengan mampu menangkap tren konsumsi oleh konsumen saat ini. (dsb)

1 February 2013

Indofood Tawarkan Dana Riset Bidang Pangan

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) kembali meluncurkan program bantuan dana penelitian bagi peneliti, mahasiswa dan dosen di bidang pangan lewat "Indofood Riset Nugraha" (IRN) periode 2013-2014.

Indofood Tawarkan Dana Riset Bidang Pangan"Kami ingin terus menumbuhkan dan membudayakan antusiasme riset di bidang pangan dari berbagai disiplin ilmu. Itu sebagai wujud kepedulian kami untuk kemajuan pangan di Indonesia," ujar Direktur Indofood Franciscus Welirang di Jakarta, Kamis. 

Ketahanan pangan nasional, kata dia, menjadi persoalan penting yang membutuhkan perhatian bersama baik pemerintah, kalangan industri dan masyarakat. "14 tahun ketahanan pangan semakin kompleks," katanya. 

2014: Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6,8%-7,2%

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 6,8%-7,2%Pemerintah masih fokus dengan target pertumbuhan ekonomi yang dirancang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014 sebesar 6,8%-7,2%. Armida Salsiah Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, menyatakan masih cukup optimistis melihat proyeksi perbaikan ekonomi dunia.

Menurut Armida, target pertumbuhan ekonomi 2014 yang difokuskan itu untuk  mencapai program yang telah dibuat dalam RPJMN 2010-2014. Target tersebut saat ini tercatat baru tercapai sebesar 63%, sedangkan program yang masih tertunda atau kuning sebesar 25% dan belum dilaksanakan atau merah 12%.

Food Safety Menyulitkan Ekspor Makanan Indonesia

Kebijakan terkait pengamanan produk makanan (food safety) di sejumlah negara tujuan ekspor dinilai akan mempersulit ekspor makanan Indonesia tahun ini, menurut asosiasi industri. Peraturan food safety diterapkan pemerintah sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin.


"Bea masuk ke negara-negara itu masih cukup tinggi, antara 20%-30%, bahkan ada yang mencapai 40%," ujar Adhi Siswaja Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Kebijakan food safety menjadikan produsen makanan lokal sulit untuk mengembangkan ekspor ke negara-negara yang potensial menjadi pasar baru ekspor.

Optimisme Konsumen Indonesia Lampaui China

Menurut survei Credit Suisse, Tingkat Optimisme dan Kepercayaan konsumen di Indonesia pada 2013 melampaui konsumen China, dan menjadi yang tertinggi kedua, setelah Brasil. Tingginya tingkat optimisme dan kepercayaan konsumen di Indonesia ditopang kenaikan pendapatan serta tingkat inflasi pangan yang rendah.

Vice President Equity Research PT Credit Suisse Securities Indonesia, Ella Nusantoro, "Tingginya tingkat optimisme dan kepercayaan konsumen itu tampak dari ekspektasi kenaikan pendapatan per kapita di Indonesia."

Menurut hasil survei itu, 40% total responden di Indonesia memperkirakan pendapatannya naik di atas 10% tahun ini, 57% responden berekspektasi pendapatannya flat hingga naik 10%, dan hanya 3% responden yang memproyeksikan pendapatannya turun hingga flat

31 January 2013

Masuk dan Taklukkan Pasar US$ 10 Triliun

Banyak sudah buku yang ditulis mengenai pasar Cina dan India, tetapi belum pernah ada yang meneliti besarnya pasar itu di masa depan.

Belum ada pula yang menulis mengenai harapan, impian dan ambisi konsumen kedua negara itu, serta memberikan gambaran secara lengkap dari sisi perkotaan, perdesaan, yang kaya, yang miskin dan kelas menengah.

Buku ini mengkalkulasi besarnya pasar tersebut, menguraikan insight tentang hati, pikiran dan aspirasi konsumen di kedua negara dengan jumlah penduduk gabungan 2,5 miliar jiwa, lalu menunjukkan bagaimana perusahaan dapat menaklukkan kesempatan besar itu di Cina, India dan negara asal.

Masuk dan Menaklukkan Pasar US$ 10 Triliun (2)

Berbeda dari kulkas sebagaimana biasanya, kulkas chotukool berukuran sangat kecil dan tidak memiliki kompresor. Inovasi disruptif ini dilakukan karena rumah-rumah segmen bawah di India sangat kecil, padat dan tidak memiliki pasokan listrik yang stabil. 

Perusahaan asing yang sukses di Cina juga mengubah model bisnisnya untuk beradaptasi dengan pasar setempat. Restoran KFC di Cina misalnya lebih luas daripada tipikal restoran KFC di Amerika Serikat, memiliki playground buat anak kecil dan menghidangkan makanan Cina, misalnya Cantonese eggtart dan sup. Bukan hanya itu, KFC Cina pun siap mengadakan pesta ulang tahun buat anak kecil.

Oreo juga sukses besar di Cina dengan mengubah produknya untuk beradaptasi dengan pasar Cina. Kraft memformulasi ulang Oreo untuk pasar Cina dengan mengurangi kandungan gulanya dan meluncurkan rasa khas seperti green tea. Kemasan dan harganya pun disesuaikan dengan daya beli masyarakat Cina. 

2013: Penjualan Susu Olahan Diproyeksi Tumbuh 10%

Penjualan Susu Olahan Diproyeksi Tumbuh 10%
“Pertumbuhan konsumsi menjadi faktor utama pendukung pertumbuhan industri susu nasional tahun ini,” kata Sabana Prawiradjaja, Ketua Umum Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS). Peningkatan volume antara lain didukung pertumbuhan jumlah penduduk.

Sabana menambahkan pertumbuhan konsumsi juga di dukung perbaikan daya beli masyarakat, seiring proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Meningkatnya kesadaran akan kesehatan juga mendorong konsumsi susu tahun ini,” ujar dia.

30 January 2013

Penjualan Mi Instan Diproyeksi Tumbuh 8%

Penjualan Mi Instan Diproyeksi Tumbuh 8%Menurut Kementerian Perindustrian dan asosiasi industri, volume penjualan mi instan di Indonesia diproyeksi tumbuh 8%-10% pada 2013 menjadi 17,8-18,1 miliar bungkus dibanding 2012 sebesar 16,5 miliar bungkus. Dengan demikian, volume penjualan mi instan di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Cina.
   
“Pertumbuhan volume penjualan mi instan ditopang kenaikan pendapatan per kapita serta pertumbuhan jumlah penduduk,” ujar Faiz Ahmad, Direktur Industri Makanan Kementerian Perindustrian.

28 January 2013

Konsumsi Minuman Karbonasi di Indonesia

Konsumsi Minuman Karbonasi di Indonesia
TERENDAH SE-ASEAN 
Menurut asosiasi industri, konsumsi minuman karbonasi di Indonesia terendah se-ASEAN. Hal itu tidak lepas dari pertumbuhan konsumsi minuman karbonasi yang rata-rata hanya sebesar 1,8% per tahun selama periode 2004-2010.


"Masyarakat Indonesia cenderung mengkonsumsi minuman ringan jenis air minum dalam kemasan (AMDK), minuman sari buah, dan minuman teh siap saji, ketimbang minuman berkarbonasi," kata Suroso Natakusuma, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim). Konsumsi air minum dalam kemasan tumbuh mendekati 7% per tahun, atau minuman teh siap saji yang konsumsinya meningkat 7,7% per tahun.

27 January 2013

Thailand Bukan Lagi Eksportir Beras Terbesar Dunia

Terhitung sejak tahun 2012, Thailand telah kehilangan gelar sebagai pengekspor utama beras dunia yang digenggamnya selama 30 tahun terakhir. Volume ekspor beras Negara Gajah Putih itu berada di urutan ketiga setelah India dan Vietnam.

Bloomberg
Data Kementerian Pertanian Amerika Serikat melaporkan Vietnam mampu mengekspor beras dengan volume mencapai 7,6 juta ton di 2012, naik 10% dibandingkan 2011. Sementara ekspor beras India melebihi 9,5 juta ton.

Asosiasi Eksportir Beras dan Kementerian Perdagangan Thailand menyebutkan negaranya mengekspor 6,9 juta pada tahun 2012, turun 35,5% dari 10,7 juta ton dari 2011. Dari total ekspor 6,9 juta ton, sekitar 1,7 juta merupakan kerjasama antar negara yang justru menjadi pertanyaan dari pihak swasta Thailand.

"Kesepakatan antar pemerintah itu salah satunya pengiriman 300.000 ton beras ke Indonesia pada awal 2012. Transaksi lainnya masih menjadi misteri bagi kami karena kami melihat tidak ada catatan dari mereka," kata Chookiat Ophaswongse, Presiden Kehormatan Asosiasi Asosiasi Eksportir Beras Thailand, seperti dilansir Bangkok Post, Jumat (4/1/2013).

Asosiasi eksportir menyalahkan perjanjian perdagangan antar negara sebagai penyebab penurunan ekspor beras. Dalam skema ekspor, pemerintah berjanji membeli gabah beras dari petani dengan harga tetap sebesar 15.000 baht (US $ 484) per ton. Sementara untuk beras berkualitas lebih tinggi mencapai 20.000 baht per ton.

Skema ini merupakan salah satu kebijakan populis pemerintah berkuasa yakni Partai Pheu Thai untuk memenangkan pemilihan umum Juli 2011. Pemerintah telah menyatakan akan terus melakukan skema ini sepanjang 2013 karena menguntungkan petani.

Sejak memulai program pada bulan Oktober 2011, pemerintah menimbun lebih dari 10 juta ton beras karena harga yang terus naik US US$ 100 sampai US$ 200 di atas pesaingnya di pasar internasional.

Bank Dunia memperkirakan Thailand kehilangan 115 miliar baht (US $ 3,7 miliar) pada tahun lalu karena langkah penimbunan itu. Kerugian muncul karena mereka menjual dengan harga saat ini.

Bank Dunia meramalkan harga beras dunia rata-rata akan jatuh dari US$ 580 per ton pada 2012 menjadi US$ 520 tahun ini karena kenaikan produksi terutama di India dan China.

"Saya pikir tahun ini China akan mengimpor lebih sedikit dan India akan terus mengekspor, sehingga persaingan akan sulit dan Thailand akan dibiarkan menggantung," kata Chookiat.

24 January 2013

Pertumbuhan Konsumsi Indonesia Dorong Ekspansi Produsen Minuman

Pertumbuhan konsumsi minuman ringan akan mendorong ekspansi yang dilakukan produsen di 2013, menurut Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM). Konsumsi minuman ringan tahun ini diperkirakan tumbuh 8,3% menjadi 22 miliar liter dibanding tahun lalu seiring kenaikan permintaan domestik.

Menurut Ketua Umum ASRIM Farchad Poeradisastra, kenaikan permintaan minuman ringan pada tahun ini ditopang pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan per kapita. "Peningkatan pendapatan akan menumbuhkan daya beli masyarakat," ujarnya kepada wartawan.

Pertumbuhan konsumsi juga karena Indonesia saat ini menjadi negara alternatif tujuan ekspor minuman ringan dari sejumlah negara. "Krisis yang terjadi di Eropa menjadikan Indonesia sebagai fokus tujuan ekspor baru," ujar Farchad.

Daya Saing Industri Makanan Indonesia Masih Rendah

Daya saing industri makanan dan minuman Indonesia saat ini masih relatif rendah dibanding negara-negara pesaing secara regional, menurut Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Penyebabnya antara lain adalah kendala pada infrastruktur penunjang, baik di sektor hulu maupun hilir, serta hambatan pada distribusi.
 
Ketua Umum Gapmmi Adhi Siswaja Lukman mengatakan,"Daya saing industri makanan dan minuman Indonesia menduduki peringkat 50, masih di bawah negara kompetitor utama seperti Malaysia yang ada di peringkat 25, Brunei Darussalam peringkat 28, dan Thailand peringkat 38."

23 January 2013

Pertumbuhan Industri Hilir Dorong Konsumsi Terigu

Konsumsi terigu nasional tahun ini diperkirakan mencapai 5,43 juta ton, naik 7% dibanding proyeksi tahun lalu 5,08 juta ton, menurutAsosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO). Kenaikan itu ditopang pertumbuhan industri hilir pengguna terigu di Indonesia.
 
"Industri pengguna terigu seperti biskuit berpotensi tumbuh tahun ini, itu menjadi pendorong pertumbuhan industri terigu nasional," ujar Franciscus Welirang, Ketua Umum APTINDO. Pertumbuhan industri pengguna terigu mengikuti tren penggunaan makanan berbahan terigu sebagai pengganti nasi.

Franciscus menuturkan tahun ini konsumsi terigu di Indonesia masih akan didominasi oleh penggunaan produk terigu nasional. "Produk domestik akan menguasai sekitar 92% pasar terigu nasional tahun ini," kata dia.

Pangsa pasar produsen terigu domestik yang dominan antara lain karena pemberlakuan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) terhadap terigu impor asal Turki sejak 5 Desember 2012. 

Kementerian Keuangan menetapkan BMTPS sebesar 20% dari bea impor dikenakan dalam masa penyelidikan safeguard terhadap tepung terigu impor. "BMPTS layak diberlakukan karena memang terjadi dumping terigu," kata Franciscus.

Pertumbuhan konsumsi tahun lalu dan tahun ini juga dinilai mendorong investasi produsen terigu tahun ini. Hal itu ditunjukkan investasi tiga produsen, yakni PT Indofood Sukses Makmur, PT Siantar Top, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Indofood Sukses Makmur melalui entitas anak, PT Bogasari Flour Mills, membangun pabrik terigu pada tahun ini. Pembangunan pabrik itu pada mulanya akan dibangun tahun lalu, namun masih terkendala lahan.

Pembangunan pabrik baru Bogasari dilakukan untuk menjaga pangsa pasar, seiring bertambahnya investasi baru di sektor industri tepung. Dari 19 perusahaan terigu di Indonesia yang ada di 2011, Bogasari masih dapat mempertahankan pangsa pasar sebesar 57% melalui dua pabriknya.

"Tahun 2000 industri tepung terigu itu hanya berjumlah 4, tahun lalu sudah mencapai 19. Diperkirakan ke depannya akan ada 21 perusahaan," kata Franciscus. Harga saham Indofood Sukses Makmur pada penutupan perdagangan Senin naik 50 poin (0,8%) menjadi Rp 6.000 dibanding Jumat pekan lalu.

Pitoyo, Direktur Siantar Top, menuturkan pabrik terigu yang dibangun perseroan ditargetkan berkapasitas hingga 5.500 ton per bulan. Sekitar 60% produksi pabrik baru itu akan dipakai untuk kebutuhan tiga pabrik makanan perseroan.

"Sementara sisa produksi akan dijual kepada pihak yang membutuhkan," kata Pitoyo. Pabrik itu telah beroperasi mulai tahun lalu. Harga saham Siantar Top turun 10 poin (1,1%) menjadi Rp 870.

PT Wilmar Nabati Indonesia juga mulai membangun pabrik terigu di Surabaya akhir 2012 dengan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar-Rp 500 miliar. Menurut direksi perseroan, pabrik baru itu ditargetkan beroperasi kuartal III 2013.
"Pabrik baru itu sudah mulai pembangunan konstruksi dengan kapasitas produksi 2x500 ton per tahun," ujar Hendri Saksti, Presiden Direktur Wilmar Nabati Indonesia.(dbs)