CONSUMEDIA INDONESIA: Ekspansi Dorong Pertumbuhan Volume Penjualan Produsen Air Minum Kemasan

WELCOME TO CONSUMEDIA INDONESIA BLOGSITE


Ekspansi Dorong Pertumbuhan Volume Penjualan Produsen Air Minum Kemasan

Ekspansi akan mendorong pertumbuhan volume penjualan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) tahun ini, menurut Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin). Tahun ini, volume penjualan air minum kemasan secara nasional diestimasi mencapai 22,7 miliar liter, meningkat 15% dibanding proyeksi 2012 sebesar 19,8 miliar liter. 

"Dengan adanya ekspansi, maka wilayah penjualan air minum kemasan akan semakin meluas di 2013," kata Rembang Kayo, Sekjen Aspadin. Meski demikian, konsumsi air minum kemasan masih akan dominan di Pulau Jawa, sesuai kondisi demografis Indonesia.

Produsen air minum kemasan skala besar yang berekspansi sejak tahun lalu antara lain PT Tirta Investama (Danone Aqua) dan PT Sinar Sosro. Saat ini Tirta Investama memiliki 15 pabrik air minum kemasan. Sementara Sinar Sosro yang mengandalkan merek Prima juga berencana menambah pabrik air minum kemasan dari jumlah pabrik yang dikelola saat ini 6 unit. "Produsen skala besar lainnya seperti merek Club dan Cleo juga berencana ekspansi," tutur Rembang.

Secara keseluruhan, pasar minumann ringan pada 2013 diestimasikan tumbuh 10%-11% menjadi Rp 326,7 triliun-Rp 329,6 triliun, menurut asosiasi industri. Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan volume konsumsi.

"Pertmbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan pasar minuman ringan tahun ini," ujar Farchad Poeradisastra, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim). Peningkatan pendapatan akan mendorong konsumsi per kapita lebih besar dibanding tahun lalu.

Pertumbuhan pasar juga karena Indonesia menjadi negara alternatif tujuan ekspor minuman ringan dari sejumlah negara. "Krisis yang terjadi di Eropa menjadikan Indonesia sebagai fokus tujuan ekspor baru," ujar Farchad.

Pertumbuhan nilai penjualan tahun ini juga disebabkan kenaikan harga jual hingga 17% akibat peningkatan biaya produksi. Farchad menuturkan kenaikan biaya produksi antara lain karena kenaikan upah buruh serta tarif energi listrik dan gas.

Persaingan di industri minuman ringan, khususnya air minum kemasan juga akan diramaikan dengan masuknya perusahaan patungan (joint venture) antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd asal Jepang.Kerja sama patungan Indofood CBP dan Asahi akan masuk ke pasar air mineral dan minuman teh.

PT Garudafood Putra Putri Jaya, produsen makanan dan minuman pesaing Indofood CBP, juga membentuk joint venture dengan perusahaan Jepang, Suntory Beverage & Food Limited, untuk memasuki industri minuman teh siap saji. Garudafood Putra Putri Jaya dan Suntory Beverage & Food Limited membentuk perusahaan patungan bernama PT Suntory Garuda Beverage.

Suntory Garuda Beverage menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5 kali lipat dalam 10 tahun sejak awal terbentuk, menurut direksi perseroan. Proyeksi tersebut seiring pertumbuhan pasar minuman ringan yang menjadi fokus bisnis Suntory Garuda
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...