“Untuk
2013, perusahaan hanya memasang target pertumbuhan penjualan 11%.
Target ini sama dengan proyeksi pertumbuhan penjualan pada tahun ini,”
kata Direktur Marketing Fonterra, Vienno Monintja, di Jakarta, Rabu
(19/12).Pertumbuhan pasar susu bubuk dalam beberapa tahun terakhir, menurut Vienno, jauh di bawah bayang-bayang pertumbuhan pasar susu cair.
“Alasan kepraktisan menjadi senjata utama susu cair untuk menggaet pasar. Hal ini berdampak pada kinerja pertumbuhan penjualan yang melambat dibanding dua tahun lalu,” paparnya.
Pada 2010, lanjut Vienno, Fonterra bisa meraih pertumbuhan hingga 15% dibanding tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan pasar susu bubuk ini termasuk lower growth sehingga tahun depan kita hanya targetkan sekitar 11%,” ujarnya.
Berdasarkan data Nielsen pada 2011, total pasar susu bubuk di Indonesia mencapai Rp14,8 triliun. Dari pasar sebesar itu, Nielsen mencatat bahwa Fonterra memiliki pangsa pasar sebesar 6%.
Bila merujuk pada data tersebut, maka pasar Fonterra di 2011 mencapai sekitar Rp888 miliar dan tahun ini diprediksi mencapai Rp985 miliar.
Vienno menambahkan, ke depan Fonterra akan fokus untuk menguatkan sasaran pasar ketimbang mencari pasar baru. Pasalnya dari pasar yang ada saat ini, pihaknya masih bisa melakukan penetrasi pasar hingga 50%.
“Di Indonesia, Fonterra menyasar tiga ceruk pasar dengan tiga brand yang dimiliki. Fonterra memasarkan susu bubuk Anlene sebagai susu kalsium dewasa, Anmum untuk ibu hamil, menyusui, dan anak di atas 1 tahun, serta Anchor Boneeto untuk anak-anak,” tandasnya.

