19 July 2015

,

Solo Batik Fashion, Pagelaran Budaya Alternatif Rekreasi

Solo Batik Fashion, sebuah pagelaran seni khas budaya Jawa yang diadakan setahun sekali ini merupakan ajang pameran sandang yang terkenal. Acara ini diselenggarakan untuk menampung para pengusaha UKM, pecinta batik, dan para desainer yang ingin mengasah kemampuan mereka dalam berkreasi.

Dengan begitu, pengunjung dapat melihat beragam sandang batik dengan corak, warna, bahan, dan kenyamanan yang berbeda pula. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui betapa uniknya pagelaran seni yang diadakan di kota Solo ini.

Bagi pecinta batik, acara ini secara khusus menawarkan beragam visual batik yang indah dan menawan. Pengunjung dapat menjumpai beberapa desainer dan pengusaha batik dari kota-kota tetangga, seperti Semarang, Yogyakarta, dan pastinya dari Solo. Salah satu bagian acara yang terpenting adalah pertunjukan karya-karya para desainer unggul.

Hasil batik yang didesain oleh mereka mampu memukau pengunjung tertuju pada model-model yang dijadikan ‘boneka’ guna memamerkan batik karya. Lampu-lampu yang menghiasi panggung pun semakin mempertajam saturasi warna dari sandang batik.


Bagi pecinta batik, acara ini secara khusus menawarkan beragam visual batik yang indah dan menawan. Pengunjung dapat menjumpai beberapa desainer dan pengusaha batik dari kota-kota tetangga, seperti Semarang, Yogyakarta, dan pastinya dari Solo. Salah satu bagian acara yang terpenting adalah pertunjukan karya-karya para desainer unggul.

Desain panggung catwalk yang berukuran panjang 25 meter dan lebar 6 meter ini tentunya didesain sangat unik untuk menarik perhatian para pengunjung. Dalam pagelaran seni ini, setidaknya ada 8 batik desain yang dipamerkan oleh setiap desainer. Perkembangan model batik yang signifikan tergambar dari karya-karya batik dalam pagelaran ini.

Pada pagelaran ini panitia melarang semua peserta menggunakan batik printing (batik yang dicetak pada kain). Hal ini dirasa mencemar kualitas dari batik asli yang merupakan budaya asli dari Indonesia. Sehingga, segala sandang hasil desain dalam pagelaran seni ini tentunya bermutu tinggi dan tidak sembarangan. Percaya atau tidak, acara yang menawan ini akan membuat pengunjung terkesima sepanjangan acara masih berlangsung.

Biasanya, Solo Batik Fashion diadakan pada pertengahan bulan Juli dan diadakan selama 3 hari berturut-turut. Acara yang akan dimulai pada pukul 19.30 WIB ini tidak mengenakan biaya apapun kepada pengunjung. Rekreasi budaya di kawasan Glagak ini patut dihadiri sebagai salah satu wujud cinta terhadap budaya Indonesia.