Bagaimana cara memberikan pelayanan yang konsisten? Pertama-tama, pebisnis harus menyadari bahwa hal ini sepenuhnya ada di ujung tombak pemberi pelayanan, yaitu para pegawai.
Pegawai yang siap melayani dapat dilihat dari penampilannya yang rapi, penguasaannya terhadap produk, serta keadaan fisik dan psikologisnya yang siap menghadapi bermacam-macam pelanggan.
Agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten, training pegawai harus diberikan secara maksimal pula. Pegawai harus piawai dalam menerapkan sequence of service, yaitu etika dan urutan baku pelayanan yang harus diberikan kepada setiap pelanggan.
Dengan adanya sequence of service, pelayanan yang diberikan kepada setiap tamu akan selalu stabil.
Menyambut Tamu
Dalam menyambut tamu, pegawai harus membukakan pintu restoran dan menyambut tamu dengan hangat. Tanyakan jumlah tamu lalu antarkan tamu ke bangku sesuai dengan jumlahnya. Ingat, janganlah sekali-kali memilih-milih tamu karena ini akan menimbulkan kesan yang sangat buruk.
Hal yang penting saat mengantar tamu ke bangkunya adalah menciptakan suasana yang bersahabat, misalnya mengajak tamu mengobrol ringan. Pastikan pegawai Anda berjalan di depan tamu dengan langkah yang tidak terlalu cepat.
Tak sampai di situ, aturlah tempat duduk tamu. Pegawai harus berusaha untuk menarikkan kursi para tamu dan memastikan tamu wanita duduk terlebih dahulu.
Menyajikan Makanan dan Minuman
Dalam memberikan kebutuhan tamu seperti daftar menu, makanan, minuman, dan dessert, pegawai harus selalu memberikannya dari sebelah kanan dan dari wanita terlebih dahulu. Jika menu hanya terdiri dari dua halaman, berikan dalam keadaan terbuka. Sedangkan jika lebih dari dua halaman, berikan dalam keadaan tertutup.
Pegawai juga harus menerapkan up-selling dalam menjelaskan menu. Setelah itu, sampaikan order dengan baik kepada bar atau kitchen secara sopan dan tertib, lalu segera kembali ke station.
Minuman harus disajikan sesegera mungkin. Minuman dibawa dengan round tray. Untuk keamanan, minuman yang terberat diletakkan paling dekat dekat badan pegawai. Untuk makanan, pastikan makanan dihidangkan maksimum lima belas menit atau kurang.
Pastikan juga menu panas dihidangkan panas, menu dingin juga dihidangkan dingin. Nama pesanan harus disebutkan sehingga menu diberikan langsung kepada pemesannya, bukan diletakkan secara asal.
Perhatian juga selalu diberikan kepada tamu di saat tamu menyantap hidangannya. Ucapkan selamat makan dan tanyakan kelengkapan hidangan. Piring atau gelas yang kosong juga segera dibersihkan.
Untuk membersihkan meja, ada pula aturannya. Pastikan tamu sudah benar-benar selesai makan saat mengambil alat makan kotor dan ambillah dari sisi kanan. Jangan lupa mengucapkan permisi dan menggunakan round tray apabila piring dan gelas yang diangkat berjumlah banyak.
Gunakan lap bersih dengan cairan pembersih meja (jika perlu) dari sebelah kiri. Kotoran juga harus dijatuhkan ke round tray, bukan ke lantai. Pegawai harus memastikan proses ini tidak mengganggu tamu.
Menawarkan Dessert = Extra Selling
Menawarkan dessert berarti menambah penjualan dan pastinya keuntungan bagi restoran. Oleh karena itu, memastikan pegawai melakukan hal ini juga menjadi keharusan. Dessert ditawarkan sesuai dengan kebutuhan tamu (bisnis, keluarga, dan remaja). Pastikan pula alat makan sudah terpasang dengan baik saat memberikan pesanan dessert kepada tamu.
Memberikan Bill
Ada etika tertentu saat memberikan tagihan karena di sinilah pemilik bisnis akan mendapatkan pemasukan. Oleh karena itu, kesopanan menjadi kunci utamanya. Tagihan selalu diberikan saat tamu memintanya dan harus dipastikan seluruh pesanan tertera di dalamnya. Tagihan diserahkan menggunakan bill tray dalam keadaan terbuka.
Mengakhiri Layanan
Setelah mendapatkan pemasukan, hal yang utama dilakukan tentunya berterima kasih atas kunjungan tamu. Pastikan tamu puas dengan makanan, pelayanan yang diberikan oleh pegawai, dan suasana restoran. Membukakan pintu kepada tamu dan mengucapkan terima kasih dengan senyum hangat adalah suatu keharusan. Setelah tamu pulang, meja siap untuk dibersihkan seperti sedia kala dan dipersiapkan untuk tamu berikutnya.
Untuk mencapai restoran yang berkualitas, harus ada kesamaan visi dan misi antara pemimpin, pegawai operasional, dan pegawai administrasi. Pebisnis layaknya mengetahui tujuan berusaha dan bekerja. Dengan demikian, Anda akan selalu menjadi lebih baik dengan pelayanan yang lebih prima.
Pegawai yang siap melayani dapat dilihat dari penampilannya yang rapi, penguasaannya terhadap produk, serta keadaan fisik dan psikologisnya yang siap menghadapi bermacam-macam pelanggan.
Agar pelayanan yang diberikan selalu konsisten, training pegawai harus diberikan secara maksimal pula. Pegawai harus piawai dalam menerapkan sequence of service, yaitu etika dan urutan baku pelayanan yang harus diberikan kepada setiap pelanggan.
Dengan adanya sequence of service, pelayanan yang diberikan kepada setiap tamu akan selalu stabil.
Menyambut Tamu
Dalam menyambut tamu, pegawai harus membukakan pintu restoran dan menyambut tamu dengan hangat. Tanyakan jumlah tamu lalu antarkan tamu ke bangku sesuai dengan jumlahnya. Ingat, janganlah sekali-kali memilih-milih tamu karena ini akan menimbulkan kesan yang sangat buruk.
Hal yang penting saat mengantar tamu ke bangkunya adalah menciptakan suasana yang bersahabat, misalnya mengajak tamu mengobrol ringan. Pastikan pegawai Anda berjalan di depan tamu dengan langkah yang tidak terlalu cepat.
Tak sampai di situ, aturlah tempat duduk tamu. Pegawai harus berusaha untuk menarikkan kursi para tamu dan memastikan tamu wanita duduk terlebih dahulu.
Menyajikan Makanan dan Minuman
Dalam memberikan kebutuhan tamu seperti daftar menu, makanan, minuman, dan dessert, pegawai harus selalu memberikannya dari sebelah kanan dan dari wanita terlebih dahulu. Jika menu hanya terdiri dari dua halaman, berikan dalam keadaan terbuka. Sedangkan jika lebih dari dua halaman, berikan dalam keadaan tertutup.
Pegawai juga harus menerapkan up-selling dalam menjelaskan menu. Setelah itu, sampaikan order dengan baik kepada bar atau kitchen secara sopan dan tertib, lalu segera kembali ke station.
Minuman harus disajikan sesegera mungkin. Minuman dibawa dengan round tray. Untuk keamanan, minuman yang terberat diletakkan paling dekat dekat badan pegawai. Untuk makanan, pastikan makanan dihidangkan maksimum lima belas menit atau kurang.
Pastikan juga menu panas dihidangkan panas, menu dingin juga dihidangkan dingin. Nama pesanan harus disebutkan sehingga menu diberikan langsung kepada pemesannya, bukan diletakkan secara asal.
Perhatian juga selalu diberikan kepada tamu di saat tamu menyantap hidangannya. Ucapkan selamat makan dan tanyakan kelengkapan hidangan. Piring atau gelas yang kosong juga segera dibersihkan.
Untuk membersihkan meja, ada pula aturannya. Pastikan tamu sudah benar-benar selesai makan saat mengambil alat makan kotor dan ambillah dari sisi kanan. Jangan lupa mengucapkan permisi dan menggunakan round tray apabila piring dan gelas yang diangkat berjumlah banyak.
Gunakan lap bersih dengan cairan pembersih meja (jika perlu) dari sebelah kiri. Kotoran juga harus dijatuhkan ke round tray, bukan ke lantai. Pegawai harus memastikan proses ini tidak mengganggu tamu.
Menawarkan Dessert = Extra Selling
Menawarkan dessert berarti menambah penjualan dan pastinya keuntungan bagi restoran. Oleh karena itu, memastikan pegawai melakukan hal ini juga menjadi keharusan. Dessert ditawarkan sesuai dengan kebutuhan tamu (bisnis, keluarga, dan remaja). Pastikan pula alat makan sudah terpasang dengan baik saat memberikan pesanan dessert kepada tamu.
Memberikan Bill
Ada etika tertentu saat memberikan tagihan karena di sinilah pemilik bisnis akan mendapatkan pemasukan. Oleh karena itu, kesopanan menjadi kunci utamanya. Tagihan selalu diberikan saat tamu memintanya dan harus dipastikan seluruh pesanan tertera di dalamnya. Tagihan diserahkan menggunakan bill tray dalam keadaan terbuka.
Mengakhiri Layanan
Setelah mendapatkan pemasukan, hal yang utama dilakukan tentunya berterima kasih atas kunjungan tamu. Pastikan tamu puas dengan makanan, pelayanan yang diberikan oleh pegawai, dan suasana restoran. Membukakan pintu kepada tamu dan mengucapkan terima kasih dengan senyum hangat adalah suatu keharusan. Setelah tamu pulang, meja siap untuk dibersihkan seperti sedia kala dan dipersiapkan untuk tamu berikutnya.
Untuk mencapai restoran yang berkualitas, harus ada kesamaan visi dan misi antara pemimpin, pegawai operasional, dan pegawai administrasi. Pebisnis layaknya mengetahui tujuan berusaha dan bekerja. Dengan demikian, Anda akan selalu menjadi lebih baik dengan pelayanan yang lebih prima.


