22 November 2012

Bisnis Carrefour Dikembangkan dalam Multiformat

Group, peritel asal Perancis, menjual 60% atau seluruh kepemilikan sahamnya di PT Carrefour Indonesia kepada CT Corp senilai 525 juta euro. Chief Executive Officer (CEO) CT Corp, Chairul Tanjung, mengatakan akan meningkatkan penjualan Trans Carrefour dengan membuat multiformat dalam bisnis retail di Indonesia.

Bisnis Carrefour Dikembangkan dalam Multiformat
Group, peritel asal Perancis, menjual 60% atau seluruh kepemilikan sahamnya di PT Carrefour Indonesia kepada CT Corp senilai 525 juta euro. Chief Executive Officer (CEO) CT Corp, Chairul Tanjung, mengatakan akan meningkatkan penjualan Trans Carrefour dengan membuat multiformat dalam bisnis retail di Indonesia.

“Bisnis retail ada berbagai format mulai dari grosir, hyper market, minimarket hingga convinance,” kata Chairul Tanjung, di Jakarta, Selasa.

Trans Retail diproyeksikan untuk menyambut kelas masyarakat konsumer Indonesia yang pertumbuhannya tercepat di dunia. McKinsey & Co memprediksi pertumbuhannya mencapai 170 juta orang pada 2030. Transaksi ritel diharapkan menyumbang kurang lebih 20% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2015.

Menurut Chairul Tanjung, keberadaan pelaku ritel modern tidak hanya menciptakan pasar baru untuk produk dan jasa yang dihasilkan petani, produsen, serta usaha kecil menengah (UKM). 

CT Corp menguasai 100% saham Carrefour Indonesia melalui anak usaha PT Trans Retail. Perjanjian pembelian CT Corp pertama kali terjadi pada April 2010, Carrefour Group memiliki 60% saham PT Carrefour Indonesia, sementara CT Corp memiliki 40% sisanya.

Trans Retail mendapat pinjaman dari 10 bank internasional untuk membeli saham Carrefour Indonesia sejumlah US$ 750 juta atau setara Rp 7,2 triliun. Bank-bank itu adalah Credit Susse, BNP Paribas, JP Morgan Securities, ING Bank, ANZ, Goldman Sachs, Deutsche Bank, Royal Bank of Scot land, Standard Chartered Bank dan Bank of Tokyo.

“Banyak cara untuk mengembalikan dana pinjaman. Kalau per formance-nya baik, nanti bisa pinjam uang ke bank atau menerbitkan bonds. Ada kemungkinan juga pra-IPO atau bahkan IPO,” tambahnya.

Chairul mengatakan, Trans Retail diberikan kesempatan untuk mengakuisisi saham Carrefour di seluruh dunia. Perusahaan berencana memperluas bisnisnya di Vietnam dan Myanmar. 

CT Corp menargetkan pertumbuhan bisnis ritelnya sebesar 30% tiap tahun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sekitar 10%. “Tiga tahun kebelakang Carrefour menunjukan pertumbuhan yang baik,” ujar Chairul Tanjung seperti dikutip Antara.

Menurut Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) tersebut, target tadi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diperkirakan 6,3%. “Kita lihat skala ekonomi, indikator ekonomi semua naik kecuali ekspor. Target kan masing-masing pengusaha,” ujarnya.

Berdasarkan data CT Corp, Carrefour Indonesia saat ini menguasai 40% pasar ritel di segmen hypermarket dan supermarket dengan jaringan operasional terdiri dari 85 gerai atau pusat perdagangan di 28 kota di Indonesia dengan jumlah karyawan sebanyak 28 ribu orang. Perusahaan bermitra dengan lebih dari empat ribu pemasok.

Pada 2011, penjualannya melampaui US$ 1,3 miliar. Pujianto, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), sebelumnya mengatakan pasar ritel masih akan berkembang di tengah pertumbuhan ekonomi. Dalam periode 2007–2012, jumlah gerai ritel modern di Indonesia mengalami pertumbuhan rata-rata 17,57% per tahun.

Menurut Aprindo, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10%–15% per tahun. Penjualan ritel pada 2011 mencapai Rp 120 triliun, sementara pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 138 triliun. 

Satria Hamid, Head of Public Affairs Carrefour Indonesia memastikan jika Carrefour memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia dan telah memberi kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia, penyerapan tenaga kerja. “Selain itu kami juga memiliki komitmen untuk penyerapan produk usaha kecil dan menengah,” jelas dia. (dbs)